IMAM AL-TIRMIDZI : AHLI HADITS BERMATA BUTA TAPI MAMPU MENGINTEGRASIKAN HADITS DENGAN FIQH

Oleh : Prof KH Ali Mustofa Yaqub, MA

Nama Imam al-Tirmidzi amat panjang, yakni Abu Isa Muhammad bin Isa bin Saurah bin Musa bin al-Dhahhak al-Sulami al-Dharir al-Bughi al-Tirmidzi. Beliau dilahirkan pada tahun 209 H di desa Tirmidz, sebuah kota kuno yang terletak di pinggiran sungai Jihon (Amoderia), sebelah utara Iran.

Imam al-Tirmidzi merupakan figur yang cerdas, tangkas, cepat hafal, zuhud, juga wara′. Sebagai bukti kerendahan pribadi, beliau senantiasa mencucurkan air mata, sehingga kedua bola matanya memutih yang berdampak kebutaan pada masa tuanya. Dengan adanya musibah kebutaan inilah beliau juga disebut al-Dharir (yang buta). Baca entri selengkapnya »

Menelusuri Jejak Islam di Nuu Waar (Papua)

Tidak betul bila dikatakan masyarakat Papua itu identik dengan Kristen. Sebab kenyataanya orang asli Papua yang beragama Islam juga sangat banyak. Malah Islam lebih lebih dulu ada dan berkembang di daerah ini dibanding Kristen. Sejumlah Fakta sejarah membuktikan demikian. Namun kenapa Muslim di Papua tak terdengar suaranya? Berikut laporan wartawan Suara Islam, Pendi Supendi (seperti pernah dimuat di Tabloid Suara Islam edisi 43). Baca entri selengkapnya »

Bulan Rajab Adalah Saatnya Untuk Mengingat Catatan Sejarah Yang Baik

Islam menghasilkan sebuah masyarakat yang toleran, maju dan memiliki visi bukannya masyarakat yang brutal, barbar dan seperti hewan seperti yang lainnya. Islam di bawah Khilafah menghasilkan kemajuan yang luar biasa yang masih kita rasakan hingga hari ini. Di bulan Rajab ini umat Islam sebaiknya tidak hanya mengingat keruntuhan Khilafah tapi juga mengingat bahwa Khilafah selama berabad-abad adalah sebuah kekuatan yang tidak ada bandingannya dengan yang lain dan memiliki catatan sejarah yang membuktikan hal ini. Baca entri selengkapnya »

Membangun Kesatuan Umat

Umat Islam adalah umat yang satu (umatan waahidah).  Demikian yang ditegaskan oleh baginda Rasulullah SAW pada saat awal pembentukan masyarakat di kota Madinah (Yatsrib) dalam suatu piagam yang kemudian terkenal disebuat Piagam Madinah.  Teks dalam piagam itu berbunyi sebagai berikut:

Bismillahirrahmanirrahiim.  Inilah surat dari Nabi Muhammad SAW, di antara orang-orang mukmin dan muslim dari kalangan Quraisy dan Yatsrib dan siapa saja yang mengikuti mereka serta berjihad bersama mereka.  Sesungguhnya mereka itu ummat yang satu yang berbeda dari yang lain…..(Sirah Ibnu Hisyam Juz I/501). Baca entri selengkapnya »

Jejak Syariah dan Khilafah di Indonesia

Adalah sangat jelas dalam sejarah Indonesia, bahwa syariah Islam pernah secara formal diterapkan di bumi Nusantara . Saat itu para Sultan menerapkan hukum Islam sebagai hukum negara. Hal ini membantah pendapat segelintir orang dari kelompok liberal, bahwa di Indonesia tidak pernah diterapkan syariah Islam secara formal oleh negara. Tidak hanya itu, kesultanan di Indonesia memiliki hubungan yang jelas dengan Khilafah Islam. Baca entri selengkapnya »

Pemimpin Agung dari Abad XVI

Sejarah Islam mencatat kiprah dan pejuangannya dengan tinta emas sebagai penguasa Muslim tersukses. Di abad ke-16 M, penguasa Kekhalifahan Usmani Turki itu menjadi pemimpin yang sangat penting di dunia – baik di dunia Islam maupun Eropa. Di era kepemimpinannya, Kerajaan Ottoman menjelma sebagai negara adikuasa yang disegani dalam bidang politik, ekonomi, dan militer.

Baca entri selengkapnya »