TUJUAN TIDAK BOLEH MENGHALALKAN SEGALA CARA (Al-Ghayah La Tubarriru al-Wasithah)

Oleh : KH. M. Shiddiq Al-Jawi

Pengantar

Aktivitas dakwah dalam berbagai seginya, utamanya dalam penetapan tujuan (ghayah) dan metode (thariqah/manhaj) dakwah, wajib terikat dengan hukum syariah. Sebab keterikatan dengan hukum syariah (at-taqayyud bi al-hukm al-syar’i) berlaku umum untuk seluruh perbuatan manusia, termasuk aktivitas dakwah. Maka dari itu, aktivitas dakwah tak boleh lepas dari pengaturan syariah. Tidak boleh ada penetapan tujuan atau metode dakwah yang menyalahi hukum syariah, walau hanya seujung rambut. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Publik. Leave a Comment »

Amina Wadud Imami Salat Jumat, Muslimah Inggris Protes

Muslimah Inggris di Oxford, Inggris menggelar aksi unjuk rasa, mereka mengecam pelaksanaan salat Jumat yang diimami seorang perempuan.

Imam perempuan yang mereka protes adalah Amina Wadud, seorang profesor tamu di jurusan studi Islam, Virginia Commonwealth University, AS yang memelopori salah Jumat dengan imam perempuan di New York tiga tahun yang lalu, yang memicu kontroversi. Baca entri selengkapnya »

Abu Bakar Baasyir Akan Deklarasikan Organisasi Baru

Setelah mengundurkan diri dari Majelis Mujahidin Indonesia karena tak puas dengan system kepemimpinan di sana, Ustadz Abu Bakar Baasyir berencana membentuk organisasi baru. Organisasi yang diberi nama Anshorut Tauhid ini direncanakan akan dideklarasikan pada tanggal 17 September 2008 atau bertepatan dengan 17 Ramadhan. Baca entri selengkapnya »

Islamnya Napoleon Bonaparte

Siapa yang tidak mengenal Napoleon Bonaparte, seorang Jendral dan Kaisar Prancis yang tenar kelahiran Ajaccio, Corsica 1769. Namanya terdapat dalam urutan ke-34 dari Seratus Tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah yang ditulis oleh Michael H. Hart. Baca entri selengkapnya »

Dr. Muhammad Asy Syaikh Mahmud Siyam: Umat Islam Harus Kuasai Ilmu Pengetahuan

Eramuslim kembali mendapat kunjungan istimewa dari Ketua Rabithah Ulama Palestina, Dr. Muhammad Asy Syaikh Mahmud Siyam. Kunjungan Syaikh Mahmud Siyam ke Eramuslim, Kamis (11/9) siang adalah kunjungan yang keduakalinya. Seperti kunjungan pertamanya dulu, Syaikh yang sudah berusia 75 tahun itu masih nampak sehat dan segar meski jalannya sudah dibantu tongkat. Kunjungan beliau, diterima oleh Pemimpin Redaksi Eramuslim Ustadz Mashadi dan kru Eramuslim lainnya. Baca entri selengkapnya »

Patent Benih Bertentangan Dengan Syariah Dan Menghambat Kemajuan Pertanian


Benih, meski berukuran kecil, memiliki posisi vital dalam usaha pertanian. Dalam sebutir benih, terkandung potensi yang mempengaruhi produksi dalam usaha pertanian. Sebaik apapun lingkungan tumbuh tanaman, dari segi iklim maupun ketersediaan haranya, jika kualitas benih yang ditanam rendah, maka hasil yang didapat juga akan rendah.

Dalam hal produktivitas pertanian, khususnya tanaman pangan dan hortikultura, Indonesia masih jauh tertinggal dengan Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Salah satu penyebabnya adalah kualitas benih yang digunakan. Karakter petani kita, masih banyak yang belum menggunakan benih unggul. Mereka umumnya terbiasa menggunakan benih dari hasil panennya sendiri. Jika kebiasaan ini dipertahankan, akan berpengaruh pada penurunan potensi genetik dari benih itu sendiri. Akibatnya produksi pertaniannya akan semakin merosot. Sebagai contoh untuk padi, menurut Achmad Suryana, Kepala Bandan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian, saat ini petani yang menggunakan benih unggul bersertifikat baru sebanyak 35%. Sisanya masih menggunakan benih yang diperoleh dari penanaman sebelumnya. Baca entri selengkapnya »

Tragedi Keilmuan di UIN Jakarta

Oleh: Adian Husaini

Majalah Gatra edisi 23 Januari 2008 lalu memuat sebuah berita yang sebenarnya terlalu penting untuk dilewatkan. Judulnya: ”Jembatan Ayat Keras dan Lunak.” Berita itu menceritakan seputar kontroversi isi disertasi Abd. Moqsith, tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL), di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Dengan disertasi yang diuji pada 13 Desember 2007 itu, maka Abd Moqsith – yang suka menambah namanya menjadi Abd Moqsith Ghazali – dinyatakan oleh UIN Jakarta telah berhak menyandang gelar Doktor dalam bidang Ilmu Tafsir Al-Quran.
Baca entri selengkapnya »

Mencari Tafsir Versi Indonesia ?

Acara Muktamar Pemikiran Islam di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang berlangsung 11-13 Februari 2008 akhirnya diganti namanya menjadi ”Kolokium Nasional Pemikiran Islam”. Sejumlah pembicara tidak bisa hadir. Salah satu pemakalah baru yang dimasukkan namanya adalah Dr. Phil. Nur Kholish Setiawan, dosen mata kuliah Kajian Al-Quran dan Pemikiran Hukum Islam di Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Murid kesayangan Nasr Hamid Abu Zayd ini menggantikan posisi Prof. Dr. Amin Abdullah, rektor UIN Yogya, dalam sesi pembahasan ”Manhaj Baru Muhammadiyah: Mengembangkan Metode Tafsir”. Pada sesi ini tampil juga pembicara Ust. Muammal Hamidy, Lc. dan Dr. Saad Ibrahim.
Baca entri selengkapnya »

“Irshad Manji: Idola Kaum Liberal!”

Oleh Adian Husaini


Irsad Manji aktifis lesbian yg diidolakan kaum Liberal

Sejumlah orang yang akan berdialog dengan kaum liberal saya beri saran agar jangan pakai dalil ayat-ayat Al-Quran. Sebab, banyak kaum liberal yang sudah tidak percaya lagi pada keotentikan Al-Quran, sehingga tidak ada gunanya dalil Al-Quran untuk mereka. Memang ada diantara mereka yang masih percaya Al-Quran sebagai wahyu Allah, tetapi banyak pula diantara mereka yang memiliki pandangan dan penafsiran yang berbeda.

Jika tafsirnya kita kritik, mereka pun tak segan-segan menyatakan, ”Itu kan penafsiran anda! Penafsiran saya tidak begitu!” Mereka banyak yang sudah berpandangan bahwa hanya Tuhan saja yang tahu penafsiran yang sebenarnya. Manusia boleh menafsirkan Al-Quran semaunya, dan semuanya tidak dapat disalahkan. Karena itu, ada yang menyatakan, bahwa perbedaan antara Islam dan Ahmadiyah, hanyalah soal perbedaan tafsir saja, karena itu jangan saling menyalahkan, karena semua penafsiran adalah relatif. Yang tahu kebenaran yang mutlak, hanya Allah saja. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Publik. Leave a Comment »

TANTANGAN-TANTANGAN POTENSIAL PASCA BERDIRINYA KHILAFAH*

Oleh : Ir. H. Muhammad Ismail Yusanto, M.M.**

1. Khilafah Sudah Dekat

Walaupun umat Islam seluruh dunia kini masih tertindas dipenjara sistem sekuler yang kufur, indikasi-indikasi kembalinya Khilafah semakin jelas. Kembalinya Khilafah kini bukan lagi sebatas harapan yang diliputi keraguan seperti halnya tahun 50-an atau 60-an abad lalu, namun telah menjadi keniscayaan yang tidak dapat dihindari lagi. Keniscayaan itu bagaikan kepastian datangnya sinar fajar yang terbit setelah malam yang hitam. Bukankah fajar pasti akan tiba, setelah malam yang gelap gulita?

Indiasi-indikasi dekatnya Khilafah itu antara lain ditunjukkan oleh fakta-fakta berikut : Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Publik. Leave a Comment »