Kesungguhan Khalifah Abu Bakar ra Menjaga Aqidah Umat

Pasca wafatnya baginda Rasulullah SAW muncul pikiran-pikiran dan usaha-usaha untuk melepaskan diri dari ketaatan dan kewajiban syar’i kepada negara. Sebut saja misalnya muncul pemberontakan kaum yang menolak membayar zakat. Mereka bersatu dengan kelompok pendukung munculnya nabi-nabi palsu seperti Syajah At Tamimiyah dan Tulaihah bin Khuwailid. Di antara nabi palsu yang terkenal adalah Musailamah al Kaddzab yang didukung oleh sekitar 41 ribu orang dari kalangan Bani Hanafiyah. Baca entri selengkapnya »

Surat Rasulullah kepada Yahudi Khaibar

Di dalam kitab Majmu’ah al Watsaaiq as Siyasiyyah lil Ahdi an Nabawi wal Khilafah ar Rasyidah (Kumpulan Surat-surat Nabi dan para Khulafaur Rasyidin) terdapat surat beliau SAW yang ditujukan kepada Yahudi Khaibar.

Sebagaimana kita ketahui, Yahudi Khaibar adalah satu di antara empat komunitas etnis Yahudi yang tinggal di sekitar kota Madinah dan yang paling jauh dari kota Nabi tersebut. Tiga etnis sebelumnya yang tinggal paling dekat dengan komunitas kaum muslimin di sekitar Madinah telah mendapatkan hukuman dari baginda Rasulullah SAW atas pengkhianatan mereka, yakni Yahudi Bani Qainuqa dan Bani Nadlir yang diusir oleh Rasulullah SAW dan Bani Quraidhah yang dihukum mati secara massal atas pengkhianatan mereka dalam perang Ahzab, berdasarkan keputusan hakim Sa’ad bin Muadz, sekutu mereka di masa jahiliyah. Yahudi Khaibar yang melaku-kan manuver hendak mengajak Quraisy melakukan serangan mendadak pasca perang Ahzab ternyata didahului oleh Rasulullah SAW dengan perjanjian gencatan senjata selama 10 tahun yang terkenal dengan Perjanjian Hudaibiyah bersama Quraisy. Sehingga Rasulullah SAW dengan mudah membawa pasukan menaklukkan Khaibar segera setelah Perjanjian Hudaibiyah. Baca entri selengkapnya »

Menjaga Umat

Dalam kitab Zaadul Ma’ad Juz 3/223 dan kitab Maghaazi al Waaqidi Juz 1/396 diterangkan  bahwa sepulang dari perang Dzatur Riqa, Rasulullah SAW bersama pasukannya bermalam di suatu lembah. Lalu beliau meminta dua orang dari pasukan untuk berjaga. Maka sahabat Nabi SAW ber-nama Abbad bin Bisyir ra dan Ammar bin Yasir ra mengajukan diri sebagai penjaga malam itu.

Setelah semua pasukan tidur lelap.  Abbad berkata kepada Ammar: ”Apakah aku yang bertugas jaga dulu atau anda?  Kita bergantian”.  Baca entri selengkapnya »