HADHARAH DAN MADANIYAH

Oleh : Imam Taqiyuddin an-Nabhani

Dari segi istilah terdapat perbedaan antara Hadharah dan Madaniyah. Hadharah adalah sekumpulan mafahim (ide yang dianut dan mempunyai fakta) tentang kehidupan. Sedangkan Madaniyah adalah bentuk-bentuk fisik dari benda-benda yang terindera yang digunakan dalam berbagai aspek kehidupan. Hadharah bersifat khas, sesuai dengan pandangan hidup. Sementara madaniyah boleh bersifat khas, boleh pula bersifat umum untuk seluruh umat manusia. Bentuk-bentuk madaniyah yang dihasilkan dari hadharah, seperti patung, termasuk madaniyah yang bersifat khas. Sedangkan bentuk-bentuk madaniyah yang dihasilkan oleh kemajuan sains dan perkembangan teknologi/industri tergolong madaniyah yang bersifat umum, milik seluruh umat manusia. Bentuk madaniyah yang terakhir ini tidak dimiliki secara khusus oleh suatu umat tertentu, akan tetapi bersifat universal seperti halnya sains dan teknologi/industri. Baca entri selengkapnya »

Hukum Melibatkan Diri dalam Perayaan Natal dan Perayaan Agama Lainnya

Perayaan Natal Bersama yang melibatkan umat Islam masih saja marak terjadi. Kendati Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa haramnya umat Islam terlibat dalam perayaan Natal, namun banyak yang tidak mengindahkan fatwa itu. Bahkan, hampir tidak ada perayaan Natal Bersama yang tidak dihadiri pejabat publik atau tokoh politik. Toleransi dan persatuan kerapkali dijadikan sebagai dalihnya. Keadaan semakin runyam ketika ada sejumlah ’ulama’ atau ’tokoh Islam’ yang melegitimasi sikap tersebut dengan berbagai dalil yang telah disimpangkan sedemikian rupa. Baca entri selengkapnya »

Faham Pluralisme Mengikuti Hawa Nafsu

Oleh Ihsan Tandjung

Islam datang untuk mengeluarkan manusia dari lalimnya berbagai agama menuju keadilan Islam. Artinya, seorang muslim yang benar imannya tidak pernah beranggapan apalagi berkeyakinan bahwa semua agama sama baiknya dan sama benarnya. Ia yakin bahwa Allah ta’aala tuhan semesta alam tidak mungkin membiarkan manusia dalam kebungungan memilih jalan hidup yang benar untuk menghantarkan dirinya menuju keselamatan di dunia dan akhirat. Baca entri selengkapnya »

Empat Strategi Pemurtadan Kaum Evangelis terhadap Muslim

Kepala Gereja Presbiterian asal Ghana, Dr John Azumah membeberkan cara-cara ampuh untuk memurtadkan orang Islam, dalam konferensi internasional penganut Evangelis yang berlangsung di California AS. Menurutnya, ada empat strategi ampuh untuk memurtadkan orang Islam.

Strategi pertama, umat Kristiani harus melakukan upaya untuk mengetahui seluk beluk Muslim. “Tunjukkan minat untuk mengetahui ketakutan, kesenangan dan ajaran keyakinan mereka (umat Islam). Seorang Muslim memiliki nama, wajah, dan tidak banyak umat Kristiani yang mengenali mereka, ” kata Azumah di acara Inside-Out Evangelical Conference, seperti dilansir The Christian Today, Rabu (20/8). Baca entri selengkapnya »

Fenomena 888

Oleh Abu Zaid

Bismillaahir-rahmaanir-rahiim,

Fenomena 888
Angka 8 merupakan angka keberuntungan di dalam kepercayaan tradisi Cina karena penyebutan angka 8 (bā/baat) dalam bahasa Mandarin dan Cantonese hampir sama dengan kata “keberuntungan” (fā/faat). Tidak heran bahwa pada tanggal 8/8/08 ini banyak sekali di Indonesia maupun negara-negara lain di Asia yang melangsungkan pernikahannya dengan berharap pernikahan pada tanggal tersebut akan memberikan keberuntungan. Bahkan Olimpiade di Beizingpun dimulai pada 8/8/08 pukul 8:08:08 pm. Baca entri selengkapnya »

TAUBAT SEBELUM AJAL MENDEKAT

Oleh: M. Shiddiq al-Jawi
Taubat secara etimologis (bahasa) berasal dari kata tâba (fi’il madhi), yatûbu (fi’il mudhari’), taubatan (mashdar), yang berarti “kembali” atau “pulang” (raja’a) (Haqqi, 2003). Adapun secara terminologis (menurut makna syar’i), secara ringkas Imam an-Nawawi mengatakan, taubat adalah raja’a ‘an al-itsmi (kembali dari dosa) (Syarah Shahih Muslim, XVII/59). Dengan kata lain, taubat adalah kembali dari meninggalkan segala perbuatan tercela (dosa) untuk melakukan perbuatan yang terpuji (‘Atha, 1993). Baca entri selengkapnya »

PEDOMAN ISLAM MENYIKAPI MUSIBAH

Mukadimah

Sebagai agama sempurna, Islam memberikan pedoman lengkap guna menyikapi segala macam peristiwa, baik suka maupun duka. Sabda Nabi SAW,”Sungguh menakjubkan keadaan orang mukmin, karena semua keadaannya baik baginya, dan itu tidak terjadi pada siapa pun kecuali pada orang mukmin. Jika dia mendapat kelapangan dia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika dia ditimpa kesulitan dia bersabar, maka itu pun baik baginya.” (HR. Muslim).

Pedoman Islam itu antara lain menyangkut bagaimana menyikapi musibah. Oleh ulama musibah didefinisikan sebagai “segala apa yang dibenci yang terjadi pada manusia” (kullu makruuhin yahullu bi al-insan) (Ibrahim Anis, al-Mu’jam al-Wasith, h. 527). Musibah gempa bumi DIY dan Jateng 27 Mei 2006 lalu benar-benar telah melahirkan berbagai hal yang dibenci, seperti robohnya rumah, kematian anggota keluarga, rusaknya perabotan, dan sebagainya. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aqidah. Tag: . 1 Komentar »

AQIDAH / IMAN

Bagian 1

Sebelum kita membahas aqidah lebih jauh, maka kita harus tahu dulu kenapa kita perlu membahas aqidah ini secara benar mendalam?, Karena masalah aqidah ini yang membedakan kita dengan agama lain. Dan juga masalah aqidah ini menjadi patokan kita, kuat atau tidaknya kita dalam melaksanakan aturanaturan islam. Ketika kita melihat temen kita mungkin, dalam melaksanakan aturan islam ternyata hanya sebagian saja dan tidak mau melaksanakan yang lain maka orang itu masih lemah aqidahnya. Jadi kalau orang itu lemah aqidahnya maka akan lemah pula dalam hal melaksanakan aturan-aturan islam. Nah yang menjadi masalah sekarang, lemah atau kuatkah aqidah kita. Kita bisa mengukurnya sendiri. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aqidah. Leave a Comment »